Tampilkan postingan dengan label Bentang Pustaka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bentang Pustaka. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Desember 2014

Finchickup: Belajar Melek Finansial

Judul buku: Finchickup: Financial Check up for Ladies
Pengarang: Farah Dini Novita
Halaman: 228 halaman isi
Penerbit: Bentang Pustaka

Uang itu selalu menjadi problem banget dalam hidup banyak orang. Banyak masalah yang timbul karena ketidakseimbangan keuangan. Baik itu kelebihan uang maupun kekurangan uang. Kalau masalah yang saya alami sampai sekarang sih, seringnya karena kurang uang. Permasalahan semua umat manusia inilah yang diangkat sama Farah Dini Novita dalam bukunya Finchickup, Financial Check up for Ladies.

Rabu, 24 September 2014

Dee, Supernova, dan Akar

Ini bukan review, curhat aja soal buku.
Dewi Lestari selalu menjadi favorit saya. Selalu. Banyak teman saya yang suka sastra nggak suka dengan Dewi Lestari karena dianggap populer dan tidak nyastra, tapi mau bagaimanapun saya tetap cinta mati sama penulis satu ini.
Kali ini saya baru selesai baca Akar. Bukan pembacaan pertama kali sih, tapi saya lupa dengan kesan pertama saya seperti apa, yang pasti saya mengalami perubahan pikiran. Dulu Akar bukan salah satu cerita favorit saya, Petir tetap menjadi sesuatu yang saya suka banget. Cerita tentang cewek nyetrum yang punya warnet itu rasanya saya banget lah—cewek Cina yang tumbuh di toko, walaupun bukan toko listrik, dan saya nggak nyetrum—Mpret dan juga komputer 17 yutanya juga membuat saya tergila-gila. Saya dulu nggak paham dengan kehidupan Bodhi dan Bong yang anti kemapanan itu.

Senin, 15 September 2014

Review Negeri van Oranje

Judul: Negeri Van Oranje
Penulis: Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Annisa Rijadi, Rizki Pandu Permana
Penerbit: Bentang Pustaka
Tebal: 575 halaman

Buku ini membuat saya tertarik pada awalnya karena direkomendasikan seorang teman yang editor, yang saya tahu selera bagusanya akan buku bagus. Saya semakin tertarik ketika teman saya berhasil meraih impiannya sekolah ke Belanda setelah membaca buku ini. Hingga akhirnya diskonan dalam pameran buku kemarin membuat saya membulatkan tekad untuk membeli buku ini dan membacanya.
Seperti yang diceritakan dalam sinopsisnya, buku ini berisi tentang petualangan lima orang mahasiswa Indonesia di Belanda. Mereka berlima sama-sama sedang mengambil gelar Master di universitas yang berbeda di kota yang berbeda. Wicak, Geri, Daus, Banjar, dan Lintang. Mereka berlima berangkat dari latar belakang yang berbeda namun akhirnya bertemu karena kretek di stasiun Amersfoort ketika badai melanda.